Sekolahamilindonesia – Pemerintah mengumumkan pasien positif virus Corona atau yang disebut Covid-19 di Indonesia bertambah setiap harinya. Dikabarkan hingga Sabtu (21/3/2020) jumlah pasien positif mencapai 450 orang, 38 orang meninggal dan 20 orang sembuh. Sampai saat ini upaya pemberhentian penyebaran virus ini terus dilakukan oleh berbagai pihak, terutama Gerakan Zakat.

Wabah covid-19 ini memaksa seluruh pihak terutama Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) untuk melakukan transformasi agar tetap survive secara kelembagaan dan tetap exist menebar kebermanfaatan di tengah krisis yang menyerang. Bagi OPZ, momentum Ramadhan yang biasanya menjadi “masa panen” bisa jadi sebaliknya, jika tidak dipersiapkan dengan matang.

Untuk menjawab keresahan OPZ, SAI hadir memfasilitasi OPZ dengan membuat diskusi online via zoom untuk seluruh amil di Indonesia dengan judul materi “Bangun Optimisme: Strategi Fundraising OPZ di Tengah Covid-19”. Diskusi online ini diikuti oleh 158 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut bergabung Chief Marketing Officer Rumah Zakat – Irvan Nugraha perwakilan dari Lembaga zakat berbasis Yayasan, Badan Pengurus Bidang Fundraising LAZIS Muhammadiyah – Rizaludin Kurniawan perwakilan dari Lembaga berbasis ORMAS, Wakil Ketua III BAZNAS BAZIS DKI Jakarta – Rini Suprihartanti perwakilan dari Lembaga zakat berbasis pemerintah, dan Ketua Pelaksana Nazir BAZMA Pertamina – Sukendar perwakilan dari Lembaga zakat berbasis BUMN, sebagai pembicara dalam webinar kali ini.

Kepala Sekolah Amil Indonesia, Fahrizal Amir, yang bertindak sebagai moderator menyimpulkan empat hal dari hasil diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini:

  1. Reserve Thinking. Kebanyakan orang mungkin berpendapat ini adalah krisis, namun kita sebagai amil harus memiliki pandangan bahwa krisis boleh jadi adalah momentum terbaik untuk Lembaga kita dan Gerakan Zakat secara umum bertransformasi menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, Insya Allah. Maka, optimisme dan tawakkal harus selalu kita kedepankan.
  2. Menyiapkan Sistem Digital Fundraising. Fenomena social distancing memaksa kita untuk meminimalisir pertemuan langsung dengan para muzakki, maka digital adalah solusinya. Bagaimana kita dapat tetap berkomunikasi dengan muzakki, dan bagaimana muzakki tetap dapat dengan mudah melakukan transaksi kepada lembaga kita.
  3. Mengoptimalisasi database, dan memperbaiki layanan. Karena social distancing ini, akan relatif lebih sulit untuk menggaet donatur baru. Maka, mengelola database donatur tetap dan donatur yang sekedar pernah berdonasi adalah kunci. Bangun Customer Relationship Management (CRM) yang baik, sehingga para donatur tetap mau berdonasi kepada lembaga kita.
  4. Kolaborasi adalah kunci! Di saat krisis seperti ini, kemaslahatan harus diutamakan. Lembaga yang punya aset dan sumberdaya yang lebih besar baiknya siap mensupport lembaga-lembaga lain yang relatif lebih kecil. Dan pada webinar kemarin, para narasumber siap membuka ruang-ruang kolaborasi paling tidak dari lembaga masing-masing.

Kira-kira poin yang mana yang sudah disiapkan oleh lembaga anda? 😊 (*)

Notulensi Webinar SAI “Diskusi Online | Bangun Optimisme: Strategi Fundraising OPZ di Tengah Pandemik Covid-19” dapat di download di link: http://bit.ly/notulensifundraisingkrisis

2 Balas ke “Sikapi Social Distancing Akibat Corona, Sekolah Amil Indonesia (SAI) Adakan Webinar untuk Seluruh Amil di Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *